Posted by Laulaka on Jumat, 15 Juli 2016
Apabila pada artikel Jenis-Jenis Belajar (bagian 1) telah dikemukakan delapan jenis
belajar ditinjau dari “tujuan dan hasil yang diperoleh” dari kegiatan belajar,
maka pada artikel ini akan dikemukakan lima jenis belajar didasarkan pada “cara atau proses yang
ditempuh” dalam belajar. Menurut Nasution, sebagaimana dikutip oleh Effendi & Praja (1993, dalam
Sobur, 2003) antara lain sebagai berikut:
1. Belajar Berdasarkan Pengamatan (Sensory Type of Learning)
Belajar jenis ini adalah belajar berdasarkan pengamatan
sensoris terhadap objek-objek dunia sekitar dengan pelbagai alat indra untuk
melihat, mendengar, meraba, mencecap, dan sebagainya. Belajar jenis ini,
disamping seiring dengan tumbuh-kembangnya manusia, juga dihandalkan dalam
belajar pada taraf yang tinggi, misalnya melihat bakteri dengan mikroskop di
laboratorium, dan sebagainya.
2. Belajar Berdasarkan Gerak Motor
(Motor Type of Learning)
Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam
belajar berdasarkan gerak motor ini, antara lain; mengetahui tujuan dengan
jelas, pelaksanaannya yang tepat terutama pada taraf permulaan, latihan
dilakukan dengan maksud mempertinggi kecepatan, latihan dilakukan dalam situasi
yang hidup, untuk melakukan analisis kecakapan pelajar harus mengerti bentuk
dan teknik pelaksanaan yang sempurna.
3. Belajar Berdasarkan Menghafal (Memory Type of Learning)
Dalam belajar berdasarkan ketajaman ingatan, maka apa
saja yang dihafal harus terlebih dahulu dimengerti. Hal yang dihafal harus
jelas kaitannya antara satu masalah dengan masalah lainnya. Menggunakan yang
dihafal secara fungsional, serta aktif mengulangi hafalan. Jenis belajar ini
sejalan dengan bagaimana informasi diterima (encoding), disimpan (strorage),
dan ditimbukan kembali (retrieval).
4. Belajar Berdasarkan Pemecahan Masalah (Problem Solving Type of Learning)
Langkah-langkah dalam belajar
berdasarkan problem solving, antara
lain:
a. Memahami masalah.
b. Mengumpulkan keterangan.
c. Merumuskan hipotesis.
d. Menilai atau mengkaji hipotesis.
e. Mengadakan eksperimen.
f. Menarik kesimpulan.
5. Belajar Berdasarkan Emosi (Emotional Type of Learning)
Belajar berdasarkan emosi bertujuan menanamkan
aspek-aspek kepribadian, misalnya ketekunan, ketelitian, sikap asertif terhadap
pekerjaan, dan sebagainya. Belajar berdasarkan emosi pada prinsipnya akan
semakin kuat apabila diikuti ekspresi fisik. Dalam hal ini emosi berfungsi
sebagai pembangkit energi (energizer)
bagi individu dalam belajar.
Demikianlah jenis-jenis belajar ditinjau dari “cara
atau proses yang ditempuh” dalam belajar. Semoga bermanfaat bagi Anda yang membutuhkannya.