Posted by Laulaka on Senin, 13 Juni 2016
Ketika
peneliti sudah memilih masalah-masalah penelitiannya secara tentatif (sementara),
masalah-masalah tersebut sebaiknya dievaluasi kembali. Tujuannya mengevaluasi
kembali adalah agar peneliti yakin bahwa bidang masalah tersebut cukup penting
untuk diteliti, meskipun hal ini tidak selalu mudah untuk diterapkan.
Mempertimbangkan nilai penting suatu persoalan sering merupakan masalah
penilaian individu serta pendapat yang subjektif. Akan tetapi, ada beberapa
kriteria yang sebaiknya juga digunakan dalam proses evaluasi terhadap
pentingnya persoalan ini. Kriteria tersebut, mencakup antara lain:
a. Idealnya, masalah penelitian hendaknya merupakan masalah yang
pemecahannya akan memberikan sumbangan terhadap bangunan pengetahuan pada
bidang tertentu.
b. Masalah penelitian hendaknya merupakan
masalah yang akan membawa peneliti kepada masalah baru, dan dengan demikian
juga kepada penelitian-penelitian berikutnya.
c. Masalah penelitian harus merupakan masalah
yang dapat diteliti. Supaya dapat diteliti, suatu masalah harus berkenaan
dengan hubungan yang ada di antara dua atau lebih variabel yang dapat
dirumuskan dan diukur.
d. Masalah penelitian harus sesuai dengan
peneliti. Hal ini terkait dengan aspek pribadi, sehingga minat peneliti
menggali kemampuannya berbanding lurus dengan keinginannya mendapatkan jawaban
atau bukti penelitian yang dilakukan.
Adapun beberapa aspek pribadi yang harus
diperhatikan adalah:
a. Masalah tersebut hendaknya benar-benar menarik
bagi peneliti, sehingga manakala ada kendala dalam proses penelitiannya,
kendala itu relatif tidak mengendorkan semangatnya.
b. Masalah tersebut hendaknya berada dalam bidang
yang dikuasai peneliti.
c. Masalah tersebut harus dapat dilaksanakan
dalam situasi di tempat peneliti berada.
d. Masalah tersebut harus dapat diteliti serta
diselesaikan dalam waktu yang tersedia.
Demikianlah cara-cara yang dapat memandu
peneliti dalam mengevaluasi masalah penelitiannya, sehingga sebelum, selama,
dan sesudah penelitian dilakukan, peneliti benar-benar yakin bahwa proses
penelitiannya tidak mengandung kelemahan terkait dengan tujuan (kontribusi
teoretik) dan manfaat praktis penelitian sebagaimana diharapkannya.