Posted by Laulaka on Kamis, 14 Juli 2016
Setelah dipaparkan “Apa yang dimaksud dengan Belajar?” berikut ini disajikan
akan disajikan ulasan tentang “Apa Tujuan Belajar?”. Tentu saja, jika
ditelusuri akan banyak sekali pandangan-pandangan yang bervariasi. Penulis
tidak berpretensi bahwa setiap ulasan terkait topik tertentu akan mampu
menjawab semua tanya Anda, setidaknya kita dapat menjadi blog ini sebagai media
belajar, saling memberi masukan yang berguna, demi mencapai meraih pengetahuan
baru, itu juga bagian dari hakekat “Tujuan Belajar” bukan?
Menurut Sanjaya (2008) tujuan
pembelajaran yang merupakan bagian dari tujuan kurikuler, dapat didefinisikan
sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa setelah mereka mempelajari
bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali pertemuan. Dalam
konteks sekolah, adalah guru yang paling memahami kondisi di lapangan sehingga
menjabarkan tujuan pembelajaran merupakan tugas guru. Walaupun tujuan yang
dirumuskan guru adalah tujuan pembelajaran, menurut Sanjaya, jangan lupa bahwa
sebenarnya tujuan yang ingin dicapai adalah tujuan yang ada di atasnya, yaitu
tujuan kurikuler yang bersumber dari tujuan instruksional dan tujuan pendidikan
nasional.
Dalam kurikulum yang berorientasi
pada pencapaian kompetensi, tujuan yang harus dicapai siswa dirumuskan dalam
bentuk kompetensi. Kompetensi dalam hal
ini dapat didefinisikan sebagai perpaduan dari pengetahuan, keterampilan,
nilai, dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.
Sanjaya (2008) menegaskan bahwa seseorang yang telah memiliki kompetensi dalam
bidang tertentu bukan hanya mengetahui, tetapi juga dapat memahami dan
menghayati bidang tersebut yang tercermin dalam pola perilaku sehari-hari.
Menurut Sardiman (2008) tujuan
belajar sebenarnya sangat banyak dan bervariasi. Namun apabila ditinjau secara
umum, maka tujuan belajar itu ada tiga jenis, yaitu:
1. Untuk mendapatkan pengetahuan.
2. Penanaman
konsep dan keterampilan.
3. Pembentukan
sikap.
Dalam pandangan Samani (2007) tujuan belajar
diarahkan untuk membekali siswa agar dapat sukses dalam menghadapi problema
kehidupan yang beraneka ragam. Paradigma pendidikan seperti itu lazim disebut
sebagai pendidikan berbasis luas (broad
based education). Berarti, apa yang
dikembangkan di sekolah adalah hal-hal yang diperlukan untuk memecahkan
problema kehidupan. Oleh sebab itu, orientasi pendidikan yang seharusnya dikembangkan
adalah kecakapan hidup (life skill),
yang mencakup kecakapan generik (generic skill)
dan kecakapan spesifik (specific skill).
Kecakapan generik adalah jenis kecakapan
yang diperlukan oleh siapa saja, seperti; berkomunikasi, bekerja sama,
mengambil keputusan, jujur, kerja keras, dan lain-lain. Sementara yang terkait
dengan kecakapan spesifik adalah kecakapan-kecakapan yang berhubungan dengan
aktivitas tertentu, yang diperlukan hanya oleh mereka yang menangani aktivitas
tersebut.
Dengan berlandaskan pada uraian di
atas, maka tujuan belajar dapat dirumuskan sebagai tujuan yang sengaja
diarahkan untuk memperoleh pengetahuan, penanaman konsep dan keterampilan,
serta pembentukan sikap. Hal-hal tersebut diperlukan guna mencapai perubahan
perilaku individu yang relatif menetap, sebagai upaya mempersiapkan kecakapan
individu dalam menghadapi atau memecahkan problem-problem kehidupan yang
dihadapinya.
Demikianlah ulasan singkat mengenai “Tujuan Belajar”,
semoga bermanfaat bagi Anda yang membutuhkannya.