Posted by Laulaka on Sabtu, 16 Juli 2016
Gaya belajar ini, menyerap citra yang berkaitan dengan visual, warna, gambar, peta, diagram,
ruang atau gambar menonjol lainnya. Siswa yang mengandalkan belajar dengan
modalitas visual ini, menurut Uno (2006) menunjukkan kelemahan antara lain kesulitan
dalam berdialog atau mengikuti anjuran secara lisan, karena siswa seringkali
salah menginterpretasikan ucapan lawan bicara (komunikator). Untuk mengatasi
hal ini, maka terhadap siswa-siswa yang mengandalkan modalitas visual ini,
sebaiknya guru menggunakan beragam bentuk grafis untuk menyampaikan informasi
atau materi pelajaran, antara lain dapat berupa film, slide, gambar-gambar ilustrasi, coretan-coretan, kartu bergambar,
catatan dan kartu-kartu gambar berseri yang dapat dijadikan sebagai alat untuk
menjelaskan suatu informasi secara berurutan (sequential).
Pada
umumnya, siswa yang mengandalkan kemampuan visualnya dalam belajar mempunyai
ciri-ciri, antara lain:
a. Suka mencoret-coret.
b. Lebih suka membaca daripada dibacakan.
c. Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir
guru yang sedang mengajar
d. Bukan sebagai pendengar yang baik saat
berkomunikasi
e. Tidak
suka berbicara di depan kelompok dan tidak suka pula mendengarkan orang lain.
f. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi
g. Mementingkan penampilan, baik pakaian maupun
lainnya.
h. Teliti terhadap detail, dan
i. Lebih memahami gambar daripada instruksi
tertulis.
j. Kurang mampu mengingat informasi yang
diberikan secara lisan
Semakin
dini seseorang “menemukenali” gaya belajarnya, semakin besar pula kemungkinan
seseorang menerapkan gaya belajarnya itu sebagai cara untuk meraih prestasi
belajar yang diinginkan. Demikianlah ulasan tentang gaya belajar yang mengutamakan penglihatan (visual). Semoga bermanfaat bagi Anda
yang membutuhkannya.