Posted by Laulaka on Sabtu, 16 Juli 2016
Gaya
belajar ini, mengandalkan modalitas dalam menyerap
informasi melalui berbagai gerakan fisik. Menyerap pelajaran yang disajikan oleh guru dengan
cara menyentuh, melakukan, atau “do-er.”
Gaya belajar ini juga sering disebut sebagai gaya belajar tactile (terkait dengan perabaan). Ada beberapa karakteristik siswa
dengan gaya belajar ini, antara lain sebagai berikut:
a. Siswa
menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa mengingatnya.
b. Hanya
dengan menyentuh atau memegang maka kemudian bisa menyerap informasi tanpa
harus membaca penjelasannya.
c. Tidak
tahan duduk terlalu lama mendengarkan pelajaran, selalu ingin bergerak.
d. Merasakan
dapat belajar lebih baik apabila disertai dengan kegiatan fisik.
e. Memiliki
kemampuan mengorganisasikan sebuah tim dan kemampuan mengendalikan gerak tubuh
(athletic ability).
f. Banyak bergerak dan suka menggunakan berbagai peralatan atau media.
g. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian dan
belajar melalui praktik.
h. Menyukai
praktik atau percobaan-percobaan.
Meskipun
para ahli membagi-bagi “kekuatan” modalitas belajar, dalam realitanya, biasanya
merupakan kombinasi dari semua modalitas yang ada. Nilai practice dari pengetahuan ini adalah bagi siswa yang mengandalkan modalitas
belajar auditory akan sulit berkonsentrasi
bila ada bunyi-bunyian, siswa dengan modalitas belajar visual akan terganggu apabila ada TV yang menyala, dan siswa dengan
modalitas belajar kinesthetic/tactile,
akan terganggu apabila ada orang yang berlalu lalang di sekitarnya. Artinya, sebagai
bagian dari lingkungan siswa (orang tua atau guru) hendaknya memahami kemampuan
siswa dalam menyerap informasi berbeda-beda, dengan cara yang berbeda-beda, dan
dengan mengandalkan kemampuan indra mereka yang berbeda-beda pula.
Demikianlah
ulasan singkat tentang gaya belajar yang mengutamakan gerakan (kinesthetic atau tactile). Semoga bermanfaat bagi Anda yang membutuhkannya.