Posted by Laulaka on Kamis, 14 Juli 2016
Pertanyaan ini barangkali jarang membuka
jendela bawah sadar kita, dan melalui blog sederhana ini, penulis ingin mengulas sedikit,
sehingga ilmu-ilmu yang memiliki pertautan, dapat memahami, mengapa belajar
psikologi penting dalam ranah pembelajaran di sekolah. Tak dapat dipungkiri
bahwa seluruh proses pendidikan di sekolah diselubungi oleh satu key term yakni belajar. Artinya, tanpa
proses belajar usaha pendidikan tersebut tidak punya makna, sia-sia. Sebagai
suatu proses, belajar menyajikan ruang yang sangat luas (lebih luas dari ruang
kelas itu sendiri). Dalam konteks pembelajaran di sekolah, proses belajar itu
“idealnya” akan menghasilkan keterampilan dan beragam pengetahuan (baik siswa
maupun guru) yang lebih berkualitas dari keadaan sebelumnya. Barangkali kita
pun tidak seperti sekarang ini, manakala kita tidak melalui proses belajar.
Demikian penting arti belajar itu, sehingga tidak sedikit ahli yang bangun dari
kesadarannya untuk mengkaji secara mendalam, dalam rangka menjawab rasa
penasaran yang berpijak pada berbagai disiplin ilmu, seraya mencari dan terus
mencari pemahaman yang lebih luas. Dalam bidang psikologi, menurut Hergenhahn
& Olson (1993), “learning is one of
the most important topics in present-day psychology and yet it is an extremely
difficult concept to define.” Tampaknya, pembahasan mengenai belajar
merupakan topik yang banyak diperbincangkan, banyak penelitian dan eksperimen
diarahkan untuk menggali konsep itu, namun untuk mengurainya bukanlah pekerjaan
yang sederhana. Oleh sebab itu, sangat beralasan apabila psikologi menaruh
minat yang tinggi terhadap “belajar” sebab dengan belajar, aspek kejiwaan
seseorang muncul dalam perilaku yang relatif berubah, antara lain:
1. Ada peningkatan pengetahuan secara
kuantitatif maupun secara kualitatif.
2. Ada peningkatan memory yang terkait dengan
mencamkan, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan.
3. Ada perubahan pengalaman. Misalnya seseorang
berupaya untuk menguasai suatu teknik tertentu untuk selanjutnya diimplementasikan.
4. Ada kemampuan untuk membayangkan arti
tentang apa yang dipelajarinya, dalam arti membuatnya menjadi lebih mengerti.
5. Memampukan seseorang memahami realitas yang
berbeda, karena belajar melibatkan pemahaman dunia dengan menerjemahkan
pengetahuan.
Catatan:
Dalam teori belajar
sering dikaitkan dengan filsafat konstruktivisme, yang penerapannya akan dikupas
secara khusus, barangkali Anda berkenan menunggu “tanggal tayangnya” pada artikel-artikel
berikutnya di blog sederhana ini.
Demikianlah alasan-alasan mengapa psikologi menaruh minat yang tinggi terhadap
“belajar”, semoga ulasan singkat ini bermanfaat bagi Anda yang membutuhkannya.