Jika dicermati dari berbagai literatur, ada banyak sekali
pengertian yang telah dikemukakan para ahli mengenai motivasi. Secara
substansial antara yang satu dengan lainnya tidak berbeda, oleh karena itu
perbedaan-perbedaan yang mungkin Anda temukan, sebaiknya dipandang sebagai sesuatu
yang positif, yaitu untuk menambah pemahaman Anda tentang hakikat motivasi itu
sendiri.
Menurut Pintrich &
Schunk (1996, dalam Lee & Liu, 2009) motivasi adalah dorongan dan ketekunan
yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan. Motivasi sebagai dasar yang
penting, baik dalam perencanaan, keterampilan
yang berkaitan dengan organisasi, pembuatan kebijakan, pembelajaran serta penilaian perilaku
kognitif.
Gage dan Berliner (1998) mengartikan motivasi sebagai sesuatu yang menggerakkan
seseorang menggapai kepentingannya, yang membangkitkan, mengarahkan, dan
mempertahankan perilaku dari waktu ke waktu. Sementara itu,
McCown (1996, dalam Alsa & Santhoso, 1997)
mengartikan motivasi sebagai suatu disposisi individu yang dicirikan oleh
keinginan untuk mulai melakukan sesuatu, melanjutkan keterlibatannya dalam
beraktivitas, dan memiliki komitmen dalam periode waktu yang relatif lama.
Menurut Mc. Donald (1959,
dalam Sardiman, 2008), motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang
ditandai dengan munculnya ”feeling”
dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang
dikemukakan oleh Mc Donald ini mengandung tiga elemen penting, yaitu:
1. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya
perubahan energi pada setiap individu manusia. Perkembangan motivasi akan
membawa beberapa perubahan energi di dalam sistem ”neurophysiological”
yang ada pada
organisme manusia. Karena menyangkut perubahan energi manusia
(walaupun motivasi itu muncul dari dalam diri manusia), penampakkannya akan
menyangkut kegiatan fisik manusia. Misalnya keinginan untuk dihargai tidak
dapat diterangkan tetapi dapat diasumsikan berdasarkan kegiatan fisik manusia.
2. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa
atau ”feeling” afeksi seseorang.
Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan
emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. Namun tidak semua dorongan
afektif ini kuat (seringkali dicirikan dengan emosi) sehingga ekspresi emosi
itu sulit untuk diamati.
3. Motivasi akan dirangsang karena adanya
tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respons dari suatu
aksi, yaitu tujuan. Motivasi memang muncul dari dalam diri manusia, tetapi
kemunculannya karena terangsang/ terdorong oleh adanya unsur lain, dalam hal
ini adalah tujuan. Tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan (need), sebagaimana juga telah disinggung
di bagian atas tentang keterkaitan antara kebutuhan (need) dengan motif. Jadi, motivasi mempunyai peran penting dalam
memimpin ke arah pencapaian tujuan.
Definisi
lainnya, menurut Uno (2008) motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam
diri individu untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik
dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam motivasi tercakup konsep-konsep, seperti
kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan berafiliasi, kebiasaan, dan keingintahuan
seseorang terhadap sesuatu. Senada dengan pandangan Uno, Wexley dan Yukl,
(1977, dalam Wardhani, 2005) mengatakan ”motivation is usually defined as the process
by which behaviour is energized and directed” (motivasi
biasanya didefinisikan sebagai proses yang membangkitkan dan mengarahkan
tindakan). Rumusan lain dikemukakan
oleh Eysenck (dalam Slameto, 2003) bahwa motivasi adalah suatu proses yang menentukan
tingkatan kegiatan, intensitas, konsistensi, serta arah umum dari tingkah laku
manusia, merupakan konsep yang rumit dan berkaitan dengan konsep-konsep lain
seperti minat, konsep diri, sikap dan sebagainya.
Mengacu pada beberapa
pengertian motivasi di atas, maka terdapat beberapa key words yang terurai, antara lain: daya yang menggerakkan, drives, needs, stimulasi internal atau
eksternal, tampak dalam aktivitas, serta berorientasi pada tujuan (goal oriented). Oleh sebab itu, dapat
kiranya dirumuskan bahwa motivasi adalah potensi kekuatan yang tampak dalam
aktivitas individu, dipicu oleh needs,
didorong oleh drives, baik karena
stimulasi internal atau eksternal, yang diarahkan untuk mencapai goal (tujuan tertentu). Jadi, seberapa
besar potensi kekuatan itu ditampakkan dalam tingkah laku individu tergantung
pada needs dan drives yang melatarbelakanginya. Needs dan drives tersebut
sumber rangsangnya mungkin murni internal
factor atau murni external factor,
atau mungkin gabungan keduanya. Namun yang pasti individu melakukan aktivitas
itu secara selektif yaitu berorientasi pada tujuan (goal oriented) sesuai hasrat, harapan, dan needs yang dipancangkan
di awal.
Demikianlah uraian
tentang pengertian motivasi, yang secara singkat dapat dimaknai sebagai
dorongan yang mengarahkan individu untuk mencapai tujuan (goal). Semoga ulasan
singkat melalui blog sederhana ini dapat bermanfaat bagi Anda yang
membutuhkannya.