Sebenarnya
menurut Salkind (2009), persoalan nature
(hereditas) versus nurture (pengaruh
eksternal yang ditemukan dalam lingkungan individu) telah lama diperdebatkan
dengan sengit dan menjadi fokus berbagai penelitian yang dilaksanakan oleh orang-orang
yang berpandangan bahwa kedua faktor ini terpisah satu dari yang lainnya.
Anastasi (1958, dalam Salkind, 2009) menyatakan bahwa lebih dari setengah abad
terakhir, para ahli psikologi perkembangan telah mencurahkan perhatian dan
pemikiran mereka untuk membahas isu nature versus nurture ini, dan banyak
pihak yang kemudian meyakini bahwa persoalannya bukan lagi mana yang lebih
penting antara pengaruh lingkungan atau faktor-faktor hereditas, atau seberapa
jauh masing-masing hal itu berlaku; melainkan yang terpenting adalah bagaimana
kedua unsur ini berinteraksi.
Secara
garis besar, menurut Sobur (2003), faktor-faktor yang mempengaruhi belajar individu
dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni faktor endogen (disebut juga faktor
internal, yakni semua faktor yang berada dalam diri individu), dan faktor
eksogen (disebut juga faktor eksternal, yakni semua faktor yang berada di luar
diri individu). Sobur menambahkan bahwa kedua faktor tersebut dalam banyak hal,
acapkali saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain.
Syah
(2003), mempunyai pandangan yang sedikit berbeda, menurutnya, faktor-faktor
yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam, yakni; faktor
internal, faktor eksternal, dan faktor
pendekatan belajar. Faktor pendekatan belajar (approach to learning) adalah jenis upaya belajar siswa yang
meliputi strategi dan metode yang digunakan
siswa untuk melakukan
kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran. Menurut Suryabrata
(2004), faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi
faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa (berupa faktor-faktor nonsosial
dan faktor-faktor sosial), dan faktor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa
(faktor-faktor fisiologis dan faktor-faktor psikologis). Faktor-faktor
nonsosial dalam belajar tidak terbilang jumlahnya, meliputi; suhu, udara,
cuaca, waktu, alat yang digunakan, tempat, dan sebagainya, di mana beragam
faktor itu menuntut kemampuan untuk mengelolanya agar menguntungkan proses
belajar. Sedangkan faktor-faktor sosial dalam belajar, yaitu faktor manusia
(baik manusia itu hadir maupun kehadirannya dapat disimpulkan). Dalam hal ini,
kehadiran manusia itu apakah bersifat mengganggu atau menguntungkan proses
pembelajaran.
Mencermati
banyaknya silang pendapat diantara para teoritisi, Slameto (2003) mengemukakan
pendapatnya bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa banyak sekali
macamnya, dan untuk meringkasnya dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan
saja, yakni faktor intern dan faktor ekstern. Faktor-faktor intern, menurutnya
meliputi faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kelelahan. Sedangkan
faktor-faktor ekstern, juga meliputi tiga faktor, yakni: faktor keluarga,
faktor sekolah, dan faktor masyarakat.
Secara
detail Slameto (2003) menguraikan bahwa faktor jasmaniah meliputi faktor
kesehatan dan cacat tubuh. Faktor psikologis, sekurang-kurangnya dapat
digolongkan menjadi tujuh, yakni; inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif,
kematangan, dan kesiapan. Sedangkan faktor kelelahan mencakup kelelahan jasmani
dan kelelahan rohani (bersifat psikis), yang dapat dihilangkan dengan
cara-cara; tidur, istirahat, mengusahakan variasi dalam belajar, rekreasi,
olahraga, mengkonsumsi makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan,
serta apabila dipandang perlu dapat berkonsultasi dengan dokter, psikiater,
atau psikolog. Sedangkan faktor-faktor ekstern dalam belajar, berkaitan dengan
faktor keluarga, yang berpengaruh pada siswa antara lain: cara orang tua dalam
mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga, dan keadaan
ekonomi keluarga. Faktor sekolah, meliputi: metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan guru,
disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah. Sedangkan
faktor masyarakat, merupakan faktor yang tidak kalah pentingnya, yang turut
berpengaruh terhadap kegiatan belajar siswa, karena; kegiatan siswa dalam
masyarakat (apakah kegiatan itu mendukung atau sebaliknya mengganggu kegiatan
belajar siswa), adanya peran mass media (media elektronik maupun cetak), teman
bergaul, serta bentuk-bentuk kehidupan masyarakat lainnya.
Dalam
pandangan Azwar (2006), keberhasilan siswa dalam belajar dipengaruhi oleh
banyak faktor, baik faktor-faktor yang bersumber dari dalam (internal factor; meliputi fisik dan
psikologis), maupun faktor-faktor yang bersumber dari luar (external factor; meliputi fisik dan
sosial), sebagaimana gambar pada halaman berikut ini.
Menurut Azwar (2006) peranan masing-masing faktor penentu itu tidak selalu
sama dan tetap. Besarnya kontribusi suatu faktor akan ditentukan oleh kehadiran
faktor yang lain dan bersifat sangat situasional, yaitu tidak dapat
diprediksikan dengan cermat akibat keterlibatan faktor lain yang sangat
bervariasi itu.
Demikianlah sekilas
ulasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, yang mengundang banyak
perdebatan para ahli, namun tidak juga kunjung ditemukan kata sepakat, dugaan
pengaruh lingkungan dan bawaan lahir (nativus) terus saja tarik-menarik
memperkaya khasanah pengetahuan manusia. Meskipun demikian, ada juga “jalan
tengah” sebagaimana diulas pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar (bagian 1). Semoga bermanfaat bagi Anda yang
membutuhkannya.