Posted by Laulaka on Rabu, 06 Juli 2016
Mansur terpaksa pergi berobat
ke dokter gigi, karena sudah seminggu sakit giginya tidak kunjung sembuh. Ketika
pemeriksaan dilakukan, terjadi percakapan sebagai berikut:
Mansur: “Dokter… sudah
seminggu aku sakit gigi… makan tidak enak, tidur pun tidak bisa nyenyak,.”
(wajah memelas)
Dokter: “Baik… gigi Anda memang
bermasalah, dua hari lagi kontrol ya..” (sambil membuat resep obat untuk si Mansur)
Mansur: “Baik dokter…. dua
hari lagi aku ke sini”.
Pada hari yang dijanjikan,
tampak Mansur sudah bisa tersenyum, namun belum sembuh sepenuhnya, sehingga ia
bersikeras minta agar dokter bersedia mencabut giginya yang sakit, saat itu
juga. Dokter setuju, dan proses pencabutan gigi Mansur pun segera dimulai.
Untuk itu, terlebih dahulu, dokter menyiapkan semua peralatan cabut gigi, tetapi
Mansur malah tampak takut. Dokter tidak ambil pusing, Mansur tetap diminta buka
mulut, dan… adoooohhh… adohhhhhh… huuu… adooohhhhhh…… huuuu… adoooohhh dokter.. adooohhhhh… teriak Mansur…
Meski agak sulit.. tapi akhirnya gigi Mansur berhasil dicabut. Setelah
kumur-kumur, Mansur mengeluarkan dompet, mau membayar biaya cabut gigi.
Mansur: “Dokter… cabut 1 gigi,
berapa biayanya?”
Dokter: “Murah.. cuma 500 ribu
saja..”
Mansur: “Hahhh…. biasanya cuma
50 ribu… kenapa jadi mahal dokter?”
Dokter: “Ya.. gara-gara kamu
teriak-teriak kayak disembelih… 10 pasien saya langsung kabur..”