Posted by Laulaka on Selasa, 12 Juli 2016
Sebelum membahas tentang motivasi lebih jauh,
ada baiknya dipaparkan tentang “apa itu motif?” Dengan demikian akan menjadi
lebih jelas bagaimana kaitannya antara motif dan motivasi, yang akan dibahas
dalam artikel tersendiri.
Secara etimologis, motif berasal dari bahasa Latin movere yang berarti bergerak atau to move (Branca, 1964, dalam Walgito,
2002). Rupanya, motif terkait erat dengan ”gerak,” yaitu gerakan yang dilakukan
atau tingkah laku. Beberapa ahli
mengemukakan pendapatnya sehubungan dengan pengertian motif ini, Sorenson
(1977, dalam Alsa & Santhoso,
1997) mengatakan bahwa
motif adalah pikiran (thought)
atau perasaan (feeling) yang bekerja
sebagai suatu drive dengan kekuatan
besar untuk mendorong seseorang melakukan suatu tindakan tertentu dan bukan
tindakan yang lainnya pada suatu saat tertentu. Menurut your dictionary.com motif adalah, some inner drive,
impulse, intention, etc. that causes a person to do something or act in a
certain way;
(suatu
dorongan batin, impuls, niat, dan lain-lain, yang menyebabkan seseorang
melakukan sesuatu atau bertindak dengan cara tertentu). Menurut Luthans (1981,
dalam Wardhani, 2005), ”A motive is an inner state that energizes
activates, or moves (hence ’motivation’), and that directs or channels behavior
toward goals”
(motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang membangkitkan, mengaktifkan,
atau menggerakkan (selanjutnya disebut motivasi), itulah yang mengarahkan atau
menyalurkan tingkah laku untuk mencapai tujuan).
Pendapat lain dikemukakan oleh Chaplin (2002), menurutnya
motif adalah keadaan ketegangan dalam diri individu yang membangkitkan, memelihara
dan mengarahkan tingkah laku menuju pada satu tujuan atau sasaran. Pakar
lainnya, Suryabrata (2004) mengatakan motif adalah keadaan dalam pribadi orang
yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna
mencapai sesuatu tujuan. Tidak jauh berbeda dengan pengertian di atas, Uno
(2008) mengartikan motif sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu,
yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau berbuat.
Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan di atas,
dapat disimpulkan bahwa motif adalah potensi kekuatan yang ada dalam diri
individu. Potensi kekuatan itu merupakan kesiapsiagaan untuk melakukan
aktivitas tertentu yang bertujuan. Kesiapsiagaan itu dapat dipicu oleh
stimulasi internal maupun eksternal.
Demikianlah sekilas pengertian tentang motif yang
diungkapkan oleh para teoretisi. Semoga ulasan singkat ini bermanfaat bagi Anda
yang membutuhkannya.