Posted by Laulaka on Rabu, 22 Juni 2016
Konon
ketika Bunda Teresa memandikan anak-anak gelandangan di tepi Sungai Gangga,
Bunda Teresa melihat ada keluarga yang sedang bertengkar dan saling berteriak. Bunda
Teresa berpaling kepada murid-muridnya dan bertanya: “Kenapa orang suka saling
berteriak kalau sedang marah?” tanya Bunda Teresa.
Salah
satu muridnya menjawab: “Karena kehilangan kesabaran, sehingga kita berteriak.”
“Tetapi,
kenapa harus berteriak pada orang yang ada di sebelahmu? Bukankah pesannya juga
bisa sampai dengan cara yang halus?” tanya Bunda Teresa.
Murid-murid
saling beradu jawaban, namun tak ada satu jawaban pun yang mereka sepakati.
Akhirnya
Bunda Teresa menengahi seraya mengatakan:
“Bila ada dua orang bermarahan, hati mereka sangat menjauh. Untuk dapat
menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar terdengar.
Semakin marah, semakin keras teriakan, karena jarak kedua hati itu semakin
jauh.“
"Apa
yang terjadi saat dua insan saling jatuh cinta?” lanjutnya.
“Mereka tidak berteriak satu sama lain. Mereka berbicara lembut karena hati
mereka berdekatan. Tidak ada jarak antara kedua hati”.
Setelah
merenung sejenak, Bunda Teresa meneruskan.
“Bila mereka semakin saling mencintai, apa yang terjadi?
Mereka tidak lagi bicara. Hanya berbisikan dan saling mendekat dalam kasih-sayang.
Akhirnya mereka bahkan tidak perlu lagi berbisikan. Mereka cukup saling
memandang. Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi.”
Bunda
Teresa memandang murid-muridnya dan mengingatkan dengan lembut: “Jika terjadi
pertengkaran, jangan biarkan hati menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang
membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak
lagi bisa ditempuh."