Posted by Laulaka on Selasa, 21 Juni 2016
Tuhanku…
Bentuklah
puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan,
cukup berani menghadapi dirinya sendiri disaat dalam ketakutan. Manusia yang
sabar dan tabah dalam kekalahan. Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Bentuklah
puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya
tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal
Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.
Tuhanku…
Aku
mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun,
tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa
belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya. Ajarilah dia berhati tulus
dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai
kesempatan untuk memimpin orang lain.
Berikanlah
hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis
duka. Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak
pernah melupakan masa lampau.
Dan,
setelah semua menjadi miliknya…
Berikan
dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap
mampu menikmati hidupnya.
Tuhanku…
Berilah
ia kerendahan hati… agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pikiran yang cerah dan terbuka bagi sumber kearifan dan kelembuatan dari
kekuatan yang sebenarnya..
Dan,
pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, akan berani berbisik...
“hidupku tidaklah sia-sia”.