Posted by Laulaka on Kamis, 23 Juni 2016
Humor
ini diangkat dari kisah-kisah inspiratif Tokoh Dunia kebanggaan kita, yaitu Gus
Dur. Konon, guyonan ini dilontarkan Gus Dur untuk menyindir sepak-terjang pemerintahan
Orde Baru. Kisah tentang sayembara MENEBAK USIA MUMI di Giza, Mesir.
Singkat
cerita, puluhan negara diundang oleh pemerintah Mesir, dan sebagian besar
mengirimkan jagonya. Amerika Serikat, misalnya, mengirimkan tim ahli
paleo-antropologi-nya yang terbaik. Begitu pula Jerman, Prancis, Jepang, RRC,
Inggris, dan lain-lain. Pemerintah Indonesia lain dari yang lain, hanya
mengirim seorang Komandan Kodim (Dandim) bukan seorang ilmuwan sebagaimana
utusan dari negara-negara maju.
Tim
Prancis tampil pertama kali, membawa peralatan mutakhir, ukur sana, ukur sini,
catat ini dan itu, lalu dua jam kemudian tim Prancis menyerah tanpa hasil.
Pakar Amerika perlu waktu lebih lama, tapi taksirannya juga dinyatakan keliru.
Tim Jerman menyatakan usia mumi itu tiga ribu dua ratus tahun lebih sedikit,
tapi salah. Ahli dari Jepang menyebut angka yang hampir sama, setelah
menghabiskan waktu meneliti selama lebih dari tiga jam.
Giliran
peserta dari Indonesia maju. Pak Dandim kita bertanya pada panitia, bolehkah
dia memeriksa mumi itu di ruang tertutup.
"Oh,
tentu saja boleh, silakan," jawab panitia.
Lima
belas menit kemudian, dengan tubuh berkeringat Pak Dandim keluar dan
mengumumkan temuannya kepada tim juri.
"Usia
mumi ini lima ribu seratus dua puluh empat tahun tiga bulan dan tujuh
hari," katanya Pak Dandim dengan lancar, tanpa keraguan sedikit pun.
Ketua
dan seluruh anggota tim juri terbelalak dan saling berpandangan, heran dan
kagum. Jawaban itu tepat sekali. "Bagaimana mungkin pakar dari Indonesia
ini mampu menebak dengan tepat dalam waktu sesingkat itu?," ucap salah
seorang tim juri, heran.
Hadiah
pun diberikan. Ucapan selamat mengalir dari para peserta, pemerintah Mesir,
perwakilan negara-negara asing dan sebagainya. Pak Dubes dan seluruh staf KBRI
bangga bukan kepalang.
Menjelang
kembali ke Indonesia, Pak Dandim dikerumuni wartawan dalam dan luar negeri di
lobi hotel. Mereka semuanya memuji.... "Anda luar biasa,"… Anda luar biasa… “, kata mereka.
"Bagaimana cara Anda mengetahui dengan persis usia mumi itu?"
Pak
Dandim menjawab dengan ekspresif dan singkat, "saya gebukin terus menerus… ehhh... ngaku dia."
Catatan:
Yaa....
itulah Gus Dur.. banyolannya kadang menohok langsung ke jantung, tetapi tetap
cerdas mengupas, tuntas membahas.. Tentu saja, kisah di atas lahir dari
kekuatan imajinatif Gus Dur semata, tidak mungkin ada dalam dunia nyata,
seorang Dandim bertindak diluar koridor hukum yang berlaku. Yaa.. humor Gus
Dur.. yang penting bisa tertawa.. gitu aja kok repot.... Sosok yang diterima
semua kalangan, dalam dan luar negeri.