Posted by Laulaka on Kamis, 30 Juni 2016
Aku sadari...
Aku ttak sanggup menangkap
makna gelapnya malam
Meski rembulan menawarkan
sinar beningnya
Aku tak sanggup menangkap
makna cerahnya pagi
Meski sang mentari lembut
menyapa embun di peraduannya
Aku sadari…
Aku tak sanggup menangkap
makna gelombang kehidupan
Meski firasat alam menampakkan
keperkasaannya
Aku tak sanggup menangkap
makna adanya kehendak bebas manusia
Meski aku juga manusia
Aku sadari…
Ternyata aku berbeda
Ternyata aku bukan pemain
di panggung canda tawa
Ternyata aku bukan pengukir
senyum bahagia
Aku hanya debu di pinggiran
zaman
Aku tak punya apa-apa
Tuhan…
Jangan dengar rintihan
doaku, agar aku tak mudah menadahkan tangan
Jangan iba akan air mataku,
agar aku tak mudah mengeluh menyusuri pinggiran zaman
Hari ini, besok, atau lusa…
aku hanya menuntut diriku mampu membuka hati atas kehendakMu saja.