Pada awal
abad XX diselenggarakan Lomba Kentut pertama di dunia. Konon pada waktu itu,
semua negara mengeluarkan perwakilannya (Jago Kentut). Seleksi di masing-masing
negara sudah sedemikian ketat, apalagi mencari Jago Kentut di tingkat
internasional. Bayangkan, peserta yang berhasil lolos dari Babak Penyisihan
menuju ke Babak Final pada Lomba Kentut Internasional ini tinggal empat orang
saja, masing-masing mewakili negara Italia, Amerika, China, dan Indonesia.
Hari yang
ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba.
Sesuai
jadwal lomba yang sudah ditentukan, para peserta memasuki gedung yang dijaga
ketat ratusan aparat keamanan. Ada puluhan tenaga medis berjaga-jaga di setiap
pojok dan kanan-kiri ruangan perlombaan. Di hadapan para juri disediakan meja
panjang, dan di atas meja itu ditaruh 10 batang lilin yang sedang menyala.
Ketentuan lomba kentut memang cukup sederhana, yaitu “peserta yang kekuatan
kentutnya paling banyak mematikan lilin yang menyala, itulah yang keluar
sebagai pemenang”.
Setelah
persiapan dianggap cukup, Ketua Panitia Lomba Kentut Internasional mengumumkan
bahwa lomba kentut dinyatakan siap dimulai. Para penonton semakin
berdesak-desakan, penasaran, maklum ini adalah Babak Final Lomba Kentut pertama
di dunia.
Peserta pertama
dipanggil…. peserta pertama berasal dari Italia..
Dewan
Juri: “Sebelum Anda mengikuti lomba kentut ini, Anda makan apa?”
Peserta
Italia: “Saya tadi makan spaghetti, pizza, serta macaroni..”
Dewan
Juri: “Baik… apakah Anda merasa sehat dan sudah siap kentut?”
Peserta
Italia: “Yaa.. saya sehat.. tung.. tunggu…ok… ok… ok.. (ia mengarahkan pantatnya
menghadap ke arah lilin yang ditaruh di atas meja)… yaa.. yaa… saya siap
kentut..”
Dewan
Juri: “Yaa… silakan..”
Peserta
Italia: “Heckkk…. pruttt.. pruuuuuuooeeoeoeoeoetttttt… pret..”
Lalu
Dewan Juri menghitung jumlah lilin yang padam, ternyata ada lima lilin.
Penonton pun berdecak kagum.
Peserta
kedua, dari Amerika..
Dewan
Juri: “Sebelum Anda mengikuti lomba kentut ini, Anda makan apa?”
Peserta
Amerika: “Hmm.. saya barusan makan Fried Chicken, Hot-Dog, plus Sandwich..”
Dewan
Juri: “Baik… apakah Anda sudah siap kentut?”
Peserta
Amerika: “Yaa… (ia mulai mengarahkan pantatnya
ke lilin yang ditaruh di atas meja).. yaa.. yaa… saya siap kentut..”
Dewan
Juri: “Yaa… silakan..”
Peserta
Amerika: “Pret.. pretttt... pruttt.. prat.. proooeeuurttt… pruuuuuutttttt… preeeeeetttt..”
Lalu
Dewan Juri menghitung jumlah lilin yang padam, ternyata ada tujuh lilin. Para
penonton dari Amerika berteriak-teriak histeris.. seolah-olah tidak percaya.
Peserta
ketiga, dari China..
Dewan
Juri: “Sebelum Anda mengikuti lomba kentut ini, Anda makan apa?”
Peserta
China: “Haiyaaa.. tadi owe makan capcay, siomay, fuyunghai, campur barongsai..wkwkwkwkwkwkkk…”
Dewan
Juri: “Baik… apakah Anda sehat secara jasmani dan rohani.. dan apakah Anda
sudah siap kentut?”
Peserta
China: “Yaa… owe sehat lahil batin.. owe siap kentut.. haiyaaa.. (ia pun mengarahkan
pantatnya ke lilin yang ditaruh di atas meja)… dan tiba-tiba… prutttt…
prutttttt… proooeeettttt…. praaaakkkkk….puzzzz…”
Lalu
Dewan Juri menghitung jumlah lilin yang padam, ternyata ada delapan lilin. Para
penonton dari China berteriak-teriak sambil berjingkrak-jingkrak.. mereka
senang bukan kepalang..
Peserta yang
keempat, atau yang terakhir adalah peserta dari Indonesia.. Berperawakan kecil,
tapi tampak kecil-kecil cabe rawit.
Seperti
perlakuan panitia kentut kepada para peserta terdahulu, kepada peserta dari
Indonesia ini juga dilakukan wawancara singkat.
Dewan
Juri: “Mas… sebelum Anda mengikuti lomba kentut ini, makanan apa saja yang
telah Anda makan?”
Peserta Indonesia:
“Oyaaa…. tadi malam saya makan jengkol mentah.. tadi pagi saya makan sambel
pete campur terasi Sidoarjo.. dan.. barusan saya telan 20 butir telur ayam
busuk, hasil selingkuh ayam kampung dengan ayam Arab..”
Dewan
Juri: “Baik… apakah Anda merasa sehat secara jasmani dan rohani.. dan apakah
Anda sudah siap kentut?” (semua Dewan Juri tampak mulai mengenakan masker)
Peserta Indonesia:
“Yaa… (peserta Indonesia mengarahkan
pantatnya ke lilin yang ditaruh di atas meja)… yaa.. yaa… saya siap kentut..”
Dewan
Juri: “Yaa… silakan..”
Peserta
Indonesia: “prikkkk.. prueortttt… oeekkkk… ooeekkk… puzzzz… prieoiuuuouretttt…
priiiiiitttt.. poootttt.. preeeeeetttt.. dummm…”
Ternyata..
10 buah lilin langsung mati… padam seketika… seisi ruangan tampak gelap.. asap
hitam membumbung tinggi.. Dewan Juri tidak sempat menghitung, karena semuanya langsung
pingsan. Beberapa penonton juga terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.
Catatan:
Sejak musibah
itulah lomba kentut dinyatakan dilarang, karena bukan hanya ceritanya yang lebay
banget tetapi ternyata kentut lebih berbahaya dari mercon lebaran….
wkwkwkwkwkwkkkkkk….