Posted by Laulaka on Minggu, 31 Juli 2016
Alkisah pada zaman Orde Baru, salah seorang warga
keturunan Tionghoa, sebut saja bernama Pak Aliong, berniat mengubah status
kewarganegaraan menjadi WNI. Maklumlah, pada masa-masa itu, saudara-saudara
kita warga keturunan Tionghoa masih diperlakukan sebagai “warga negara kelas
dua”. Singkat cerita, seorang petugas menerima Pak Aliong, dan terjadilah
percakapan sebagai berikut:
Petugas: “Selamat pagi Pak..”
Aliong: “Celamat pagi..”
Petugas: “Bapak… namanya Pak Aliong… benar?”
Aliong: “Benel Pak..”
Petugas: “Baik… Pak Aliong.. untuk memperoleh status
kewarganegaraan ada beberapa pertanyaan yang akan saya ajukan… Pertama, saya
ingin mengetahui sejauhmana Wawasan Kebangsaan Pak Aliong… siap ya Pak Aliong?”
Aliong: “Haiiiyaaaa.. siap Pak..”
Petugas: “Jangan takut Pak Aliong… soal-soal yang
saya ajukan mudah-mudah… Pak Aliong hanya butuh konsentrasi aja.. “
Aliong tampak mengerutkan alis… sambil mengangguk..
Petugas: “Baik… saya akan mulai dengan
pertanyaan-pertanyaan seputar Tokoh Sejarah Bangsa.. (petugas mengambil gambar
R.A. Kartini, lalu menunjukkan gambar itu kepada Pak Aliong).. Pak Aliong… ini..
gambar siapa?”
Aliong: “Haiiyaaaa…. itu gambal Nyonya Menil… wagus
lho… Owe seling minum jamu Nyonya Menil… haiiyaaa…” (suara lantang..
mencerminkan rasa percaya diri yang tinggi).
Petugas (menahan tawa): “Baik… sekarang saya akan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar Pemerintahan... (petugas menunjukkan
lambang Korpri yang disematkan di bajunya).. Pak Aliong…. Pak Aliong.. tahu..
ini lambang apa?”
Acong: “Haiyaaa…. olang-olang pake itu seling latang
ke toko Owe… minta sumbangan ini.. minta itu… owe udah bosen..“
Petugas (senyum, tapi menahan malu): “Ya.. ya… nah… sekarang
Pak Aliong menyanyikan Lagu Indonesia Raya… silakan…”
Aliong berdiri, dan mengambil sikap sempurna
menghadap ke Petugas.. ia mendehem dua kali.. dan mulai bernyanyi: “..Indonesia
Tanah Ail-mu… Tanah Tumpah Dalah-mu… “
Petugas: “stop… stop…. stop… kenapa “tanah air-mu
Pak Aliong…. yang benar “tanah air-ku”.. Anda belum hafal yaa..?”
Aliong: “Tanda tangan wululah…. balu owe wilang
tanah ail-ku”
Catatan:
Sebagai pedagang, Pak Aliong terbiasa dengan prinsip
“ada uang, ada barang” alias jika Anda ingin laguku berbunyi, “Indonesia tanah
airku, tanah tumpah darahku……. maka “tanda tangan dulu” surat kewarganegaraan
WNI-ku.. wkwkwkwkwkwkwkwkkk….