Posted by Laulaka on Kamis, 07 Juli 2016
Karena tergiur pendidikan yang
berkualitas.. setamat SMA, si Bogel, pemuda kelahiran Sintang Kalbar ini, melanjutkan
S1 di sebuah PTS ternama di Surabaya. Pada semester 1 dan 2 tidak ada masalah.
Menginjak semester 3, si Bogel mulai pacaran dengan Ainun, sehingga
pengeluarannya pun bertambah besar. Suatu hari, si Bogel kesulitan keuangan,
dan mengirim sms kepada ayahnya (Tariman). Intinya, Bogel minta uang kiriman ditambah.
Lalu, Bogel “membungkus” maksudnya itu dengan istilah-istilah “asing”, mungkin
supaya terkesan intelek sekaligus membingungkan. Bunyi sms itu sebagai berikut:
Bogel: “Yth. Ayahnda… mulai bulan
ini semua biaya naik.. biaya ADMINISTRASI naik.. biaya SEMESTERISASI… biaya
KULIAHISASI… dan ABSENISISASI… semua naik..
Ananda minta uang PULSANISASI…
ANGKOTISASI.. dan KANTINISASI juga ditambah… Apabila memungkinkan, Ananda
minta ditambah dua kali lipat…. Sekian, terima kasih..”
Tariman rupanya tidak kurang
akal, dia balas sms anaknya: “Ananda… mengingat
KEBUNISASI dan PANENISASI ladang kita tahun ini jauh berkurang..
ayah minta Ananda segera pulang KAMPUNGISASI saja, untuk membantu ayah MENCANGKULISASI
di KEBUNISASI, supaya PERMINTAANISASI Ananda bisa terpenuhi.. Kalau Ananda tidak mau.. awassss… nanti
PARANGNISASI menyusul ke Surabaya... Enak aja… tinggal minta… minta… minta… mahasiswa otak DENGKULISASI… gak
mikirr…. asal mangap.. !!!"
Bogel: “^^☺☺☺^^”