Posted by Laulaka on Rabu, 27 Juli 2016
Ketika
Pak Harto masih berkuasa sebagai Presiden RI ke-2, mungkin rakyat Indonesia
semuanya sudah tahu bahwa sejak tahun 1971, presiden yang berkuasa selama 32 tahun
itu memiliki Peternakan Sapi Tapos di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Doeloe… usai
rapat koordinasi yang melibatkan para Kepala Daerah se-Indonesia, sepertinya
sudah menjadi acara rutin, para Kepala Daerah beserta istri pun diajak Pak
Harto untuk berkunjung ke Tapos. Mungkin tidak bermaksud untuk pamer, tetapi lebih
pada tujuan pengembangan aspek ekonomi Indonesia, “barangkali” para Kepala
Daerah se-Indonesia terinspirasi meniru keberhasilan Peternakan Sapi Tapos itu.
Sapi-sapi Pak Harto memang bibit-bibit unggul, sehingga tidak heran sapi-sapi
itu sehat dan besar luar biasa.
Pada
suatu ketika, usai rapat koordinasi di Istana Negara, Pak Harto dan Bu Tien
Soeharto berkunjung bersama para Menteri Jajaran Kabinet beserta istri, dan
para Kepala Daerah se-Indonesia juga beserta istrinya masing-masing. Setibanya
di Tapos, rombongan disambut hamparan hijau, dan pengelola Tapos yang terdiri
dari sarjana-sarjana peternakan, tenaga-tenaga professional yang ada di sana.
Sambil
berjalan-jalan mengitari area peternakan, seorang ahli peternakan selaku
pemandu menjelaskan kepada rombongan Pak Harto, sebagai berikut:
Pemandu: “Kalau
sapi yang ini adalah SAPI PEJANTAN dari New Zealand. Sapi jenis ini sangat
kuat, beratnya bisa mencapai 1 ton, dan bisa kawin sehari 5 kali.”
(ibu-ibu
menteri, gubernur, bupati, pada sengol-senggol suami masing-masing, sambil
bisik-bisik.. “lho.. pa.. kuat 5 kali sehari… 5 kali sehari lho pa..” sengaja
diulang-ulang… Tapi yang disenggol diam saja)
Pemandu: “Nah….
kalau sapi yang ini adalah PEJANTAN DARI AUSTRALIA.. lebih kuat lagi, bisa kawin
10 kali sehari.”
(ibu-ibu semakin
ramai.. bisik-bisik lagi sama suami masing-masing… “lho… pa… kuat 10 kali
sehari… Bayangkan pa.. kuat 10 kali sehari… padahal cuma makan rumput lho pa…
hebat ya pa...” Kali ini para suami yang disenggol-senggol tampak mulai tersinggung,
karena merasa dibanding-bandingkan dengan sapi)
Mungkin karena
sudah tidak kuat lagi menahan jengkel dibanding-bandingkan dengan sapi, tiba-tiba
salah seorang gubernur bertanya kepada pemandu.
Gubernur:
“Ehh.. Mas… itu kawinnya apa dengan SATU SAPI BETINA YANG SAMA?”
Pemandu: “Lhoooo…
gak Pak… itu YANG BETINA GONTA-GANTI..”
Dalam
hati Pak Gubernur... nahhhh... ini... ini.. ini kesempatan saya balas dendam, maka dengan suara lantang ia bertanya
kepada istrinya:
Gubernur:
“Lhoo… Ma… kamu dengar sendiri khan…. dengar sendiri khan... yang BETINA HARUS
GONTA-GANTI… Boleh gak.. ???”
Spontan semua
ibu-ibu langsung terdiam… semua mulut ibu-ibu yang tadinya "ngeciprit" langsung tertutup rapat… mingkem
kuabehhhh…. wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkkkkk….