Posted by Laulaka on Minggu, 10 Juli 2016

Setelah masalah dirumuskan, maka langkah peneliti
selanjutnya adalah mencari teori-teori, konsep-konsep,
generalisasi-generalisasi yang relevan, yang dapat dijadikan sebagai bahan
untuk mengisi Tinjauan Pustaka bagi skripsi, tesis, atau disertasinya. Tinjauan
Pustaka, dalam perspektif pendekatan kuantitatif dimaksudkan supaya penelitian Anda
sungguh-sungguh memiliki landasan yang kuat. Dalam arti teori berbicara apa, lalu
nanti empirisnya bagaimana.
Dalam menyusun Tinjauan Pustaka, lazimnya
ditempatkan pada Bab II, tugas peneliti yang paling utama adalah membaca dan
membaca. Tentu saja, dalam melakukan aktivitas membaca, terlebih dahulu
peneliti memilah-milah, mana yang dapat dikategorikan sebagai ”sumber acuan
umum” dan mana ”sumber acuan khusus”. Sumber acuan umum, sebagaimana
konsep-konsep dan teori-teori tertentu dapat ditemukan di kepustakaan berupa
buku-buku teks, monograp, ensiklopedia, dan sebagainya. Sementara untuk sumber-sumber
acuan khusus, dalam hal ini modal Anda untuk membuat generalisasi-generalisasi yang
berpijak pada hasil penelitian terdahulu, dapat dilacak dari laporan hasil-hasil
penelitian terdahulu, tentunya yang relevan dengan penelitian Anda, lazimnya
ditemukan dalam buletin penelitian, tesis, disertasi, dan lain-lain.
Singkatnya, seperti apakah kriteria dalam menyusun Tinjauan
Pustaka yang benar? Setidaknya, ada dua kriteria yang harus diperhatikan oleh
peneliti, yaitu:
a. Prinsip
kemutakhiran (recency)
Prinsip ini menekankan ”semakin baru semakin baik”. Jadi pilihlah sumber-sumber
bacaan yang termutakhir, yang terbaru, kecuali untuk penelitian historis, mengapa?
Sebab mungkin saja ”kebenaran yang bersifat sementara” yang tertuang dalam
sumber-sumber bacaan yang lama, sudah tidak berlaku lagi, sudah terbantahkan
atau digugurkan oleh teori yang lebih baru. Peneliti perlu melacak itu, dan
sebaiknya dapat melampirkannya dalam skripsi, tesis, atau disertasi Anda, secara
kronologis. Tugas seperti ini tidak sulit, yang Anda butuhkan adalah waktu
berlama-lama melanglang buana di internet untuk melengkapi penelusuran Anda di
perpustakaan kampus (university library).
b. Prinsip
relevansi (relevance)
Seleksi berdasarkan kriteria relevansi tentu mengacu pada sumber acuan
khusus. Dalam hal ini, hendaknya dipilih sumber-sumber bacaan yang berkaitan
langsung dengan masalah yang sedang Anda teliti.
Dari sumber acuan umum, konsep-konsep dan/atau
teori-teori yang Anda temukan dari kegiatan membaca, dirinci lagi, ditelaah berulangkali
melalui penalaran deduktif. Sebaliknya, dari sumber acuan khusus, dari temuan
hasil-hasil penelitian terdahulu, Anda juga membuat generalisasi-generalisasi
melalui penalaran induktif. Jadi, dapat disimpulkan, dengan penalaran deduktif,
Anda membuat pengkhususan, dan dengan membaca hasil-hasil penelitian terdahulu,
melakukan penalaran induktif, Anda membuat generalisasi. Selama Anda menyusun Tinjauan
Pustaka sebagai penguat landasan teori, proses deduktif-induktif inilah yang
terjadi. Dengan demikian kualitas pemikiran teoretik Anda, akan terlihat pada
bagaimana Anda menyusun Tinjauan Pustaka. Hal ini penting, sebab pada
gilirannya menuntun Anda dalam menegakkan Hipotesis Penelitian. Oleh sebab itu,
semakin banyak sumber bacaan, maka penelitian yang Anda
lakukan pun akan semakin berkualitas.
Demikianlah uraian singkat
tentang bagaimana cara menyusun Tinjauan Pustaka untuk skripsi, tesis, atau
disertasi. Semoga uraian singkat ini dapat sedikit mengurangi tensi Anda ketika
harus melewati tahapan tersebut.
Sekian, sekali lagi semoga
bermanfaat, dan tetap semangat !!!